Showing posts with label seminar. Show all posts
Showing posts with label seminar. Show all posts
Komunitas Anak Muda
Komunitas SIGI Makassar
Generasi Millenial memang tak lepas dari pembicaraan publik, terutama menyangkut masalah sosial dan pendidikan. Generasi muda yang sangat "intim" dengan teknologi ini, jika dibandingkan dengan generasi yang lahir sebelum tahun 1980, tentu sangat berbeda. Walaupun seringnya mendapat pandangan negatif, namun sebenarnya kita memiliki peluang yang lebih besar untuk lebih kreatif dan tentu nantinya akan memberikan imej positif, nah salah satu caranya dengan berkarya.

Bagi saya, berkarya tidak memiliki batas, apalagi jika dikaitkan dengan background pendidikan kita, tidak ada larangan untuk mencoba hal apa saja selama dalam zona positif. Bisa jadi kita baru menemukan passion kita diluar dari jurusan yang kita ambil sewaktu kuliah misalnya. Memiliki ide-ide kreatif tentu saja tidak sekedar mengutarakannya, perlu action, dukungan dan wadah untuk merealisasikannya. Salah satu cara yang paling simpel ya dengan berkomunitas.

Apa Perlu Berkomunitas?


Berkomunitas memang bukan hal yang krusial, semua orang bisa berkarya tanpa harus ikut dalam komunitas tertentu. Tapi ketika saya membawa ke diri pribadi, jika di beri level 1 sampai 10, maka tingkat keharusan berkomunitas itu ada pada level 8 untuk diri saya. Manusia sebagai makhluk sosial perlu interaksi dan respon terhadap ide-ide kita. Nah jika ada alasan yang muncul misalnya respon bisa dari siapa saja, tentu efeknya berbeda ketika yang memberikan masukan berasal dari orang-orang yang memiliki passion yang sama atau orang-orang yang terkumpul dalam suatu wadah yang sesuai bidang yang kita tekuni.
Komunitas anak muda generasi millenial
Kelas Kreatif "Merdeka dengan Berkarya"

Sebagai manusia yang lahir setelah tahun 1980an, saya bersyukur karena memiliki peluang yang lebih besar untuk lebih kreatif di era digital ini. Tidak hanya saya, orang-orang disekitar saya pun beramai-ramai membentuk komunitas, start-up, dan usaha-usaha kreatif lainnya dengan ide-ide yang patut di acungi jempol. Terlihat dari antusias anak muda Makassar, yang tampak di Pesta Komunitas Makassar pada 20 Agustus 2017 kemarin yang diikuti oleh 300 komunitas di Makassar. Mengangkat tema "Merdeka dengan Berkarya", yang menurut saya sangat sesuai untuk mewujudkan Makassar Kreatif.

Berkomunitas Tidak Hanya Sekedar Ngumpul


Sering kita melihat sekumpulan anak muda nongkrong di warkop atau cafe secara rutin dan biasanya mereka menjadikan salah satu tempat tersebut sebagai base camp. Tak jarang komunitas melakukan hal seperti itu, tapi bedanya mereka tidak hanya sekedar ngumpul dan bercerita hal kosong. Topik yang paling sering diangkat adalah membahas program kerja, atau kegiatan-kegiatan yang melibatkan komunitas tersebut.

Hal paling asyik memang jika ngumpul bareng teman-teman dan bersenda gurau, tapi jadikan ngumpul itu berkualitas agar waktu tidak terbuang percuma. Saya sendiri mengupayakan setiap ngumpul itu harus mendapatkan hal positif, ntah itu mendapatkan ilmu baru, pengalaman baru, atau kita sendiri yang membagi pengalaman, sebab berbagi tidak membuatmu rugi.

Esensi Berkomunitas 

Saya sangat tertarik dengan perkataan mbak Dwinta Larasati selaku Co-Founder Bandung Creative City Forum (BCCF) pada Kelas Kreatif yang diselenggarakan oleh Komunitas Makassar, bahwa sebuah komunitas haruslah memikirkan masalah yang terjadi di lingkungan sekitarnya dan mencari solusi yang efektif.


Komunitas SIGI Makassar
Pesta Komunitas Makassar 2017


Esensi dari berkomunitas menurut beliau, tidak hanya sekedar "pamer" karya, berbagi pengalaman, atau interaksi yang mungkin mendominasi internal komunitas saja. Namun, beliau mengajak komunitas-komunitas untuk membantu menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar kita yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Beliaupun memberikan contoh ide-ide kreatif untuk menyelesaikan masalah lingkungan, tanpa harus "menyentuh" langsung pokok permasalahan dengan maksud agar masyarakat tidak memberikan respon "penolakan" terhadap ide yang ingin kita realisasikan.

Membentuk Start-up Melalui Komunitas


Bukan hal aneh, jika di era digital ini banyak anak muda yang berhasil membentuk sebuah perusahaan, menciptakan lapangan kerja. Itulah mengapa kebanyakan "anak zaman teknologi" ini tidak seaktif dulu dalam mencari pekerjaan. Setelah selesai kuliah, mereka tidak lagi sibuk mencari pekerjaan, mereka lebih memilih membuka usaha bareng teman, atau bekerja sebagai freelancer dengan bermodalkan laptop dan internet.

Apa kaitan komunitas dengan start-up? Bagi saya, komunitas adalah ladang bagi pencipta ide-ide kreatif untuk meng-goal kan karyanya. Ide itu tidaklah mahal, karena yang mahal itu merealisasikannya. Sebelum bergabung dalam sebuah komunitas, saya sempat berfikir bahwa komunitas hanya membuang waktu, lebih baik berkarya, menciptakan produk unik yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Tapi banyak ide-ide yang pada akhirnya bertumpuk tanpa realisasi. Sayapun sadar ternyata butuh orang-orang untuk membantu mewujudkan ide tersebut. Mungkin saya lupa kalau manusia adalah makhluk sosial.

Bergabung dengan komunitas, tentu kita banyak bertemu dengan orang-orang yang berbeda passion dan profesi, hal inilah yang bisa kita manfaatkan, karena mungkin saja, kita menemukan teman yang memiliki passion sama yang nantinya dapat membantu jalannya usaha yang kita inginkan. Dari ngumpul, membentuk komunitas dengan passion yang sama dan pada akhirnya membuat start-up, inilah generasi millenial.

Hi all, kali ini saya mau berbagi keseruan mengikuti Workshop Jualan Online di Hotel Tree, Makassar bersama Bapak Suryadin Laoddang atau akrabnya dipanggil Dosen Jualan. Dua hari belajarnya ternyata terasa sangat singkat, mau nambah lagi harinya. Alasannya kelasnya begitu seru jadi belajarnya nyaman gak bikin tegang.


Jumlah peserta yang hadir ada 64 orang, walaupun cukup banyak tapi belajarnya tetap berkualitas loh. Bapak Dosen mengajarkan kita "rahasia" berjualan dengan facebook, instagram serta media sosial lainnya dengan sistem gratis. Ibaratnya membuka kulit selembar demi selembar tentang bagaimana berjualan lewat internet khususnya media sosial seperti facebook dan instagram.

Walaupun di dominasi pria, tapi saya beserta teman wanita lainnya tak ingin kalah. Semangat belajar saya sampai hari kedua tidak pernah padam ...cie...cie. Materi yang diajarkan sebenarnya cukup padat, tapi karena pak dosennya suka melucu jadi belajarnya semakin asyik dan tidak bosan, ngantuk pun tak pernah mampir....hehe.

Hmm....lagi seirus nih ..ssstt

Kegiatan ini sudah seminggu berlalu, sebenarnya telat post tapi tak mengapa kan??? namanya juga berbagi. Oke lanjut, yang menarik dari kegiatan ini adalah para peserta yang ikut dari berbagai profesi, ada mahasiswa, pegawai, mantan pegawai, Ibu rumah tangga, dan para wirausaha yang sudah lebih dulu terjun ke dunia jualan online dan offline.

Jadi di workshop ini kita betul-betul belajar sesuatu yang baru, walaupun sudah ngerti cara berjualan via sosial media, ikut kelas ini kita jadi lebih ngerti, ada hal yang mungkin terlewatkan atau terabaikan, dianggap biasa saja, tapi justru disitulah "sesuatu itu" yang bisa mendatangkan pembeli untuk jualan kita.

Bapak Dosen Jualan ini memang pantas disebut Dosen, cara mengajar beliau bahkan lebih berkualitas. Sadar akan perbedaan kemampuan dari masing-masing peserta, Pak Dosen lebih memilih "mengalah" untuk peserta. Dari pada menuntaskan materi sesuai jadwal, beliau lebih mengutamakan pemahaman dari materi yang diajarkan.

Bapak Dosen Jualan sedang memberikan pengarahan kepada peserta
Jadi jika ada peserta yang belum paham, "silahkan lambaikan tangan ke kamera" itu kata Pak Dosen...hehe, maka dengan senang hati akan mengunjungi peserta satu persatu, ingat yah satu persatu. Tapi tenang saja, kalau peserta sudah gak sabar minta pertolongan, ada anggota tim DJ yang akan membantu, mereka adalah alumni sebelumnya yang telah mengikuti workshop jualan online dan tentunya telah berpengalaman.

Tak usah terlalu serius guys, kelasnya santai kok, boleh selfie or wifie tapi jangan pada saat Bapak Dosennya lagi ngomong ya....hehehehe. Oke seru-serunya sudah dulu ya.....lanjut ke intisari pembahasan, ehm.


Wifie di sela-sela kegiatan (Ki-ka: Rifka, Ade, Biah, Ifa)

Tak menyesal saya bolos kerja demi mengikuti seminar ini, Bapak Suryadin Laoddang ini memang pantas menjadi Master Internet Marketing. Berpikir untuk terjun ke jualan online membutuhkan kemahiran dalam hal teknologi, mengalahkan pesaing, mencari pembeli, teknik berjualan sampai closing. Tapi beliau dalam menyampaikan hal yang seruwet itu bahkan dengan bahasa yang paling sederhana.

Bapak DJ tau betul "makhluk" apa yang sedang dihadapinya, umur yang tidak semuanya muda tentu memiliki daya tangkap yang berbeda pula. Ibu dan Bapak yang menyebut dirinya sudah berumur banyak dan gaptek jadi lebih mudah memahami materi. Jadi kita disini langsung beraksi sesuai arahan Bapak Dosen, Banyak lagi hal seru dan positif yang saya rangkum dalam beberapa poin.

5 Poin Penting Mengikuti Workshop Jualan Online ala Dosen Jualan

  1. Wawasan lebih terbuka mengenai produk apa saja yang bisa di jual. Bahkan ada angkatan sebelumnya yang menjual kotoran sapi secara online...hmmm.
  2. Cara berjualan ternyata tidak ribet-ribet amat, banyak yang bilang foto atau video harus terlihat profesional agar lebih laris, ternyata Pak Dosen memberikan contoh buat video dengan cara yang paling sederhana, membuat saya terbahak-bahak dan.....LARISS. Mau tau jualan apa??MOBILL.. makk??? hehehe
  3. Reseller yang lebih sederhana, memang sih yang namanya reseller cukup mudah, tapi "resep" ala Dosen Jualan ini betul-betul di luar akal sehat saya, lebih mudah dan lebih sederhana.
  4. Mendapatkan calon pembeli yang tertarget. Nah ini guys yang paling penting dalam berjualan, dimana kita bisa mengetahui wilayah mana saja yang lagi demenn ama produk kita, bahkan sampai identitas orangnya pun bisa kita sesuaikan loh. 
  5. Kata kunci, mungkin para blogger sudah terbiasa dengan mengoptimasi kata kunci, tapi apakah untuk media sosial seperti facebook, instagram, dan youtube tekniknya sama? Pak dosen memberikan cara jitu mendapatkan kata kunci hingga 1000 lebih dengan topik yang sama.
Setelah saya mengikuti workshop apa sudah gitu aja? Nggak kok, peserta yang telah mengikuti workshop jualan online akan terus dibimbing oleh Pak Dosen. Jadi jika masih ada yang kurang jelas atau ada hal baru yang ingin ditanyakan silahkan chat beliau, bisa langsung atau melalui grup. Disana akan di bantu juga sama teman-teman alumni. Selain itu akan ada kopdar dan asistensi sejauh mana perkembangan usaha kita.

Workshop Jualan Online ala Dosen Jualan ini biasanya diadakan setahun sekali, maklum Pak Dosennya juga sibuk di kota lain, jadi mesti sabaran yah. Untuk Makassar sendiri rencana akan diadakan Februari nanti, tapi ini masih rencana ya. Untuk kota lain ntar deh saya minta bocoran informasi dari Pak Dosen. Oke temans, sekian cuap-cuap saya,....bye.